You are here

KPA Gelar Sosialisasi Penanggulangan Aids Bojonegoro

Kasus HIV/Aids di Kabupaten Bojonegoro, masih menjadi hal serius yang perlu ditangani pemerintah setempat. Dimana selama tahun 2015 lalu, kasus HIV/ Aids di Bojonegoro mencapai 186 kasus. Melihat banyaknya kasus yang terjadi, rabu pagi (13/04) Komisi Penanggulangan Aids (KPA) setempat menggelar Sosialiasi Penanggulangan HIV/Aids di Kantor Kecamatan Kota Bojonegoro.

Kepala Sekretariat KPA Bojonegoro, Jhony Nurhariyanto mengatakan, dalam sosialisasi ini pesertanya seluruh perangkat desa maupun kelurahan dari lima kecamatan yang ada di Bojonegoro. Dimana lima kecamatan ini adalah kecamatan yang pengidap maupun penderitanya tertinggi.

“Lima kecamatan ini antara lain, Dander, Kalitidu, Balen, Baureno, serta Kecamatan Kota. Untuk saat ini saja Bojonegoro menduduki peringkat delapan jumlah pengidap maupun penderita HIV/Aids se-jawa timur. Hal ini menunjukkan, bahwa penyebaran HIV/Aids di Bojonegoro terus meningkat, dimana untuk tahun lalu ada sekitar dua puluh lima orang meninggal dunia karena Aids” jelas Jhony.

Oleh karenanya menurut Jhony, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahayanya serta cara penularan HIV/Aids. Karena lanjut Jhony, saat ini banyak persepsi yang ada di masyarakat bahwa penularan HIV/Aids itu bisa melalui bersalaman tangan, penggunaan piring bersama dan lain-lain.

“Sebenarnya penularannya itu hanya melalui empat cara. Antara lain, berhubungan seks bergonta-ganti pasangan, pengguna narkoba suntik, air susu ibu penderita HIV/Aids, serta harum suntik tato. Sedangkan untuk di Bojonegoro, paling banyak penularan HIV/Aids melalui hubungan seks” tutur Jhony.

Sementara itu, untuk di Bojonegoro sendiri pengidap maupun penderita HIV/Aids rata-rata di dominasi oleh buruh kasar, serta di urutan kedua adalah ibu rumah tangga. Hal ini dikarenakan, banyak dari suami mereka yang bekerja di luar kota, dan pada saat pulang ke rumah mereka menularkan kepada istrinya melalui hubungan intim.

Kategori: