You are here

Klaim BPJS Kesehatan 3 Kabupaten Tembus Rp19 M

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Bojonegoro telah mengklaim biaya kesehatan sebesar Rp19 miliar sejak awal Agustus hingga Oktober ini. Jumlah klaim tersebut berasal dari 13 rumah sakit di tiga kabupaten yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.

"Jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya peserta BPJS setiap hari," kata Kepala Unit Kepesertaan BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Sehertina Perwirawati.

Tina menjelaskan, total klaim tersebut di antaranya untuk biaya rawat jalan tingkat pertama, rawat inap tingkat pertama, rawat jalan tingkat lanjut dan rawat inap tingkat lanjut. Ia menyebut sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam pelayanan BPJS Kesehatan di Kabupaten Bojonegoro.

"Selain itu, terkadang peserta BPJS sendiri yang kurang memahami teknis pelaksanannya. Namun, kendala itu tidak begitu menghambat karena pelayanan tetap berjalan," ujarnya.

Tina menerangkan kendala di tingkat rumah sakit bisasanya berupa keterlambatan pengajuan klaim keuangan. Akibatnya, pembayaran klaim peserta BPJS mengalami keterlambatan. Jika pengajuan klaim terlambat, BPJS tidak bisa mengeluarkan pembayaran. Jika dipaksakan, hal itu bisa menjadi pelanggaran.

Ia berharap, pengajuan klaim biaya kesehatan dari rumah sakit bisa lebih cepat, sehingga BPJS bisa lebih cepat membayar klaim biaya kesehatan tersebut. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi soal itu.

Untuk mempermudah masyarakat yang ingin mendaftar kepesertaan BPJS kesehatan, pihaknya sudah melakukan beberapa terobosan, di antaranya dengan pendaftaran secara online melalui website www.bpjs-kesehatan.go.id atau daftar ke Bank BRI di setiap kecamatan dan Mobile Teras BRI. [oel/yud]

Kategori: