You are here

Kasus Persetubuhan Ayah Dengan Anak Kandungnya Bojonegoro

Mz (47) warga Desa Mlaten Kecamatan. Kalitidu Bojonegoro mengaku, nekat menyetubuhi anak kandungnya sendiri MN (16) lantaran emosi dengan kelakuan anaknya. Siang kemarin (20/04) saat press realease yang digelar di mapolres Bojonegoro, kepada sejumlah wartawan Marzuki menceritakan kronologis kejadian.

“Jam dua belas malam itu, saya turun ke kamar bawah untuk nonton TV. Kemudian, saya mendengar ada SMS masuk ke HP milik anak saya, dan saya langsung membacanya. Ternyata SMS itu dari pacarnya, yang isinya mengatakan kalau anak saya sudah digauli sebanyak empat kali oleh pacaranya itu” jelas Mz.

Mengetahui isi SMS tersebut, akhirnya Mz naik pitam dan langsung membangunkan MN yang sedang tertidur di kamar bawah, dan selanjutnya mengajak MN untuk ke kamar bagias atas. Sesampainya di dalam kamar, Mz langsung memarahi MN dan mengambil ikat pinggang kemudian mencambuk MN sebanyak satu kali.

“Tiba-tiba saja, saya langsung memelorot rok anak saya dan saya langsung menyetubuhinya. Yang pertama saya keluarkan didalam kemaluannya, sedangkan yang keduanya saya keluarkan diluar kemaluan. Pada saat yang kedua kalinya, anak saya sempat ngomong ‘ayah jangan lama-lama ya’. Kemudian setelah kejadian itu, anak saya langsung kembali ke kamarnya dibawah” ujar Mz.

Menurutnya, keesokan harinya Marzuki merasa menyesal karena telah melakukan perbuatan itu kepada anaknya. Dan dia akhirnya berusaha meminta maaf kepada anaknya, namun MN sudah melarikan diri ke Surabaya untuk memberitahukan kejadian yang baru saja dialaminya kepada kakak kandungnya.

“waktu pagi harinya itu, saya langsung didatangi oleh pak polisi dan saya langsung di bawa ke polres mas. Saya tidak sadar pada saat saya menyetubuhi anak saya itu, mungkin karena saya sedang emosi sehingga tidak sadar pada saat melakukannya” lanjut pria yang sudah ditinggal mati istrinya sejak empat tahun lalu.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Bojonegoro, AKP. Suyono mengungkapkan. Akibat perbuatannya Marzuki harus mendekam ditahanan. Nantinya tersangka akan dikenakan pasal 81 ayat 1 dan undang-undang No 35 tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun.

Kategori: 

radio-group