You are here

Harga Tembakau di Bojonegoro Sedikit Bergairah

Meski diawal panen harga tembakau kering (rajangan) sempat jeblok, namun harga bahan baku rokok tersebut kini sedikit membaik.

Menurut para petani di Bojonegoro, perihal tersebut disebabkan sejumlah pabrikan rokok di berbagai daerah mulai melakukan pembelian tembakau. Sehingga, harga standar tembakau pabrikan turut diberlakukan tanpa mengurangi kualitas daun tembakau.

Membaiknya harga tembakau rajangan kering ini, disambut baik oleh petani tembakau. Sebab, diawal panen bulan Agustus hingga September lalu, bahan baku rokok itu tidak memiliki harga pasti alias jeblok dibawah harga standar pabrikan.

Menurut petani tembakau asal Dusun Legok, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Lilik Supratomo, lesunya harga tembakau lantaran saat petani memasuki musim panen banyak pabrikan rokok tutup. Sehingga, lanjutnya, para tengkulak belum berani membeli tembakau dari petani.

"Selain itu, kualitas daun tembakau dimusim kemarau ini kurang bagus," ujar Lilik kepada Reporter blokBojonegoro.com ditemui saat sedang menjemur daun tembakau, Minggu (11/10/2015).

Dia menyebut, sebelumnya harga tembakau rajangan kering ditingkat petani berkisar Rp 7 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram (kg), sedang sekarang ini kisaran Rp 17 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogramnya. Menurut Lilik, kenaikan harga tembakau kering sekitar Rp 5 ribu per kilogram memang belum memberi untung besar bagi petani. Sebab, kata dia, biaya operasional yang dikeluarkan petani juga cukup besar.

"Kalau dihitung-hitung ya hanya balik modal dan dapat capek saja mas, tapi alhamdulillah tidak sampai merugi," ucapnya.

Peningkatan harga tembakau ini juga diakui Sutajib, petani tembakau asal Dusun Jambaran, Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari. Sutajib mengaku senang atas kenaikan harga tembakau rajangan kering. Karena, menurut Sutajib, dengan kenaikan harga itu setidaknya petani tidak merugi.

"Ya senang meski naik sedikit, imbasnya tembakau yang kita tumpuk laku dibeli tengkulak. Kami berharap pemerintah memberikan solusi kepada petani, agar saat panen tiba harga jual tembakau tetap tinggi, tidak seperti sekarang ini," ujar Sutajib. sumber : blokbojonegoro.com [oni/mu]

Kategori: